Selasa, 24 Februari 2015

Kelinci

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mula mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang baru ditemukan pada tahun 1972.

Jenis

Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).
Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.
Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain. Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar antara Angora dengan ras lainnya. Namun di kalangan peternak kelinci hias, hasil persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora jadi-jadian.
Di Indonesia banyak terdapat kelinci lokal, yakni jenis kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatera (Nesolagus netseherischlgel). Kelinci jawa diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Barat. Warna bulunya cokelat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam. Berat Kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg. Sedangkan Kelinci sumatera, merupakan satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatera. Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat kekuningan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).
Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.
Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain. Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar antara Angora dengan ras lainnya. Namun di kalangan peternak kelinci hias, hasil persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora jadi-jadian.

Data biologis

Bayi kelinci di dalam kandang.
  • Masa hidup: 5 - 10 tahun
  • Masa produksi: 1 - 3 tahun
  • Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari)
  • Masa penyapihan : 6-8 minggu
  • Umur dewasa: 4-10 bulan
  • Umur dikawinkan: 6-12 bulan
  • Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah anak disapih.[butuh rujukan]
  • Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
  • Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
  • Periode estrus : 11 - 15 hari
  • Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)
  • Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin
  • Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8)
  • Volume darah: 40 ml/kg berat badan
  • Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.

Kucing




Selain anjing, kucing juga dikenal sebagai teman favorit manusia. Hal ini karena kucing lucu, mungil, cantik, dan bisa diajak bermain. Bagi Anda yang memelihara kucing atau ingin memeliharanya, Anda perlu tau beberapa fakta yang dapat berguna dalam pemeliharaan kucing. Ada beberapa fakta unik mengenai kucing antara lain;
  • Kucing telah ada dari hampir 10.000 tahun. Bukti pertama kucing dijinakkan adalah di Cyprus dan telah tercatat sekitar 9.500 tahun yang lalu.
  • Kucing tidak suka manis. Indra perasa kucing tidak sesensitif manusia, jadi kucing lebih suka makanan dari baunya, bukan dari rasanya.
  • Kucing mempunyai pendengaran yang sangat baik, bahkan lebih baik dari manusia.
  • Hidup kucing berkisar 15 tahun, kucing yang bisa hidup 20 tahun sangat jarang ditemukan.
  • Kucing mendengkur untuk menunjukkan emosi. Kucing mendengkur ketika menunjukkan emosi positif seperti merasa senang dan nyaman, tetapi bisa juga mendengkur ketika sedang gelisah, takut dan menunjukkan emosi negatif lainnya.
  • Kucing lebih sering mengeong pada manusia. Jika Anda perhatikan, ketika berada di sekitar manusia, kucing sering mengeong seperti ingin mengajak komunikasi, sementara ketika berkumpul dengan sesama kucing, kucing malah jarang sekali mengeong.
  • Kucing adalah makhluk malam. Kucing lebih suka tidur pada siang hari, sementara akan aktif bermain dan mencari makan pada malam hari.

Mitos Mengenai Kucing

Selain fakta-fakta unik yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa mitos kucing yang diketahui banyak orang yang perlu anda tau kebenarannya, yaitu;
  1. Kucing suka minum susu. Dalam kartun-kartun atau gambar, seringkali kucing digambarkan minum susu dengan senang hati. Padahal kucing sangat sensitif terhadap laktosa. Minum susu kerapkali mempengaruhi kesehatan kucing, yaitu menimbulkan gangguan pada perut kucing
  2. Makan ikan sangat baik untuk kucing. Faktanya, ikan tidak selalu bagus untuk kesehatan kucing. Malah, banyak makan ikan dapat berakibat kucing mengalami kekurangan vitamin e yang dapat membuat kucing terserang penyakit steatis.
  3. Ibu hamil harus menjauhi kucing agar tidak terkena penyakit toksoplasmosis. Padahal kenyataannya penyakit tersebut hinggap pada tempat pembuangan kucing. Yang harus dihindari adalah tempat pembuangannya, bukan kucingnya.
Dengan mengetahui fakta unik dan mitos-mitos kucing, Anda dapat lebih waspada dalam memelihara kucing Anda.